July 7, 2009
Presiden RI dalam Ramalan

Setelah melakukan Pemilu 2009 dan mengetahui Parpol-parpol yang lolos Parlementary Results, sebentar lagi bangsa Indonesia akan menghadapi Pemilihan Presiden Indonesia 2009. Dan belakangan banyak bermunculan Prediksi Presiden Indonesia 2009 tapi menurut saya lebih tepat disebut Ramalan Presiden Indonesia 2009. Karena penasaran saya pun membaca ramalan-ramalan tersebut. Dan ada banyak hasil Ramalan yang berbeda satu dengan yang lain. Kesimpulan saya adalah Peramal pun ternyata sering berbeda pendapat. Mari kita lihat beberapa Ramalan Calon Presiden Indonesia 2009 berikut ini :
1. Ramalan Fauzan Al-Anshari (Ketua Departemen Data dan Informasi Majelis Mujahidin Indonesia) tentang Presiden Indonesia 2009 mengatakan bahwa Presiden Indonesia 2009 adalah seorang ulama dan kemungkinan mengarah ke Abu Bakar Ba'asyir.
2. Menurut Teori atau Ramalan Joyoboyo Konon urutan pemimpin Indonesia menuju kemakmuran adalah ”notonogoro” urutan suku kata terakhir nama mereka. ”No” untuk Soekarno, ”to” untuk Soeharto, dan ”no” kedua buat Susilo Bambang Yudhoyono. Kini giliran “go”; maka Kivlan Zen, bekas petinggi TNI, mengubah namanya menjadi Sutiyogo untuk ikut Pemilihan Presiden 2009. Ada-ada aja.
3. Ramalan Mama Laurent tentang presiden Indonesia 2009 ini saya dapatkan dalam acara Bukan Empat Mata oleh Tukul Arwana. Menurut ramalan Mama Laurent bahwa Presiden yang terpilih dalam PEMILU RI 2009 adalah dengan ciri-ciri: Lelaki, Tinggi Besar, Berpengalaman dalam memimpin. Ramalan Ini mengarah ke Presiden Indonesia saat ini yaitu Susilo Bambang Yudhoyono.
4. Ramalan Presiden Indonesia 2009 menurut Ki Joko Bodo Mengatakan bahwa Presiden Indonesia saat ini tidak akan memimpin dua kali. Tapi ki Joko Bodo tidak mengatakan siapa yang kira-kira menurutnya bisa menjadi Presiden Indonesia 2009. Kita tunggu saja gebrakan selanjutnya.
5. Masih ingat isu Nasi Basi ketika presiden SBY berkunjung ke kediaman Abah Anom? Saat itu nasi yang disajikan oleh Abah Anom berubah menjadi basi. Kemudian Abah Anom memprediksikan Ada pembusukan di dalam diri dan politiknya SBY. Makanya, makanan yang disuguhkan Abah Anom kepada SBY berubah basi semua. Apa yang dimakan itu pasti akan sesuai dengan apa yang pernah dilakukan. Mungkin sebaiknya lain kali Pak SBY jangan makan di situ, masih banyak tempat makan enak lainnya.
6.Ramalan Hardo Pusoro bahwa akan turun pemimpin yang disebut ratu adil atau satrio pingitan, ramalan ini masih ada korelasi dengan ramalan Joyoboyo yang artinya Notonegoro (Soekarno, Soeharto, Ne = Tidak! dan Go = Goro-goro) makna dari no atau ne artinya bisa mengandung makna Yudoyono naik ke dua kalinya tapi diperjalanan kepemimpinannya terputus ditengah jalan dan disimpulkan tidak dan terjadi kerusuhan (goro-goro) dulu setelah itu muncullah pemimpin dambaan rakyat yang tidak pernah diperhitungkan sebalumnya. Dia-lah Satrio Pingitan, entah siapa hanya Allah yang tau.
Siapa pun presiden yang terpilih esok, tetap harus kita hargai, hormati dan kita banggakan. Bagaimanapun juga, presiden tersebut adalah presiden pilihan rakyat, yang terpilih melalui proses demokrasi yang panjang. Jadi, kita liat saja nanti siapa yang akhirnya menjadi RI-1 & RI-2. Selamat mencontreng. I'm off for a day tomorrow and I will report the result of this election on the following day. So, waiting for my other posts..
The Lost Commuter (Negeri Singa)
Sedikit kericuhan sehabis solat subuh :
Gw : 'Tau ih orang aneh bgt deh, di sana udah ada ayah, Daffa sm si mba. Bwt apa lagi kita nyusul kesana, cm bwt jemput doang pula. Mending di rumah, besok senin tinggal kita jemput di bandara. Susah amat sih. Buang-buang uang tau ga! Di sana juga paling cm ganggu doang, berisik dan segala tetek bengek!'
Monic : 'Ya terserah lah Mil mau ikut ato ga..'
Hahahahaha ee bgt emang manusia, gw cape ngebacot cuma dibales ky gt doang lg! sial! Singkat cerita, akhirnya jam 10 pagi pergi jg gw betiga jemput emak.
Seperti dugaan gw, sampe di sini jg ga ngapa2in. Sampe bandara, langsung ke Mount Elizabeth. Si Monic udah ngajak, ga tanggung jawab bgt bwt cari tempat penginapan. Sampe jam 7 malem baru deh betiga sibuk nyari tempat bwt tidur. Hasilnya? TIDUR DI WISMA DEKET BUGIS VILLAGE!! hahahahaha tapi wismanya sangat nyaman dan tidak seperti wisma di Jakarta pada umumnya. Wew sampe gw nulis post ini, bener2 ga bisa tidur. Daritadi cm bisa keluar kamar dari lantai 3 dan memandang keluar, tapi yang dilihat ya cuma BUGIS JUNCTION doang, sampe enek bgt ngeliat C*** yang sok gaul-gaul gt.
Yah untung disini cm bentar, besok jam 1 siang balik ke Jakarta. Mau jalan keluar, belanja dan seneng-seneng, keinget ada yang lagi sakit, ga mungkin untuk gw lakuin. Walopun gitu, tetep ga nyesel soalnya kesini kan memang untuk jemput mami berobat, bukan untuk liburan. Sekarang gw ngerasa kl ini adalah malam tergoblok yang pernah gw lakuin. Terlantung-lantung tanpa ada perencanaan kedua di negeri orang..
July 6, 2009
Suramadu & JSS (Jembatan Selat Sunda), simbol kebanggaan baru Indonesia
more info :
www.suramadu.com
July 3, 2009
4 acara dalam waktu 11 jam

CAPE NYONG!!
Acara pagi pertama adalah rutinitas mengantar nyokap check-up ke dokter (harus, kan jarang nemenin selama di jogja). Bisa dibilang kegiatan ini paling menyita waktu, hampir 5 jam lebih nunggu ambil darah dan ct scan aja. Hasilnya cukup positif sih, semua hasil check-up bagus. Cuma dokter bilang kl nyokap banyak pikiran, entah apa yang dipikirin hehe.
Menyusul acara kedua nemenin si adek, Daffa, ikut kompetisi drum di Kuningan. Kompetisinya emang khusus anak di bawah usia 10 tahun. Lumayan punya sodara yang bisa main musik (paling ga, ada yang bisa dibanggain soalnya gw ga bisa main apa-apa haha). Semoga menang ya dek, traktir gw nanti.
Acara ketiga yang udah gw tunggu dari kapan tau adalah tunangan Monic. Walopun hampir dibatalin gara2 insiden di rumah rabu malem, tapi akhirnya acara jalan juga. Namanya baru lamaran, 2 pihak cuma saling memperkenalkan keluarga masing-masing dan yang paling seru dari acara-acara sepereti ini ya makan enak hhe.
Wow acara terakhir hari ini yaitu coming to my besties birthday, Lancuiiiii. Sebenernya ini bukan acara Lancuiii doang, soalnya ada Intan (temen kampus Lancuiii) yang ulang taun juga. Intan kenal sm gw, jadinya gw diundang deh hehe. Temu kangen 6 bulan ga ketemu ya lan!? haha. Hal pertama yang gw lakukan adalah mengomentari rambut baru si cuii yang poll abis pokonya, tp tetep "KYUT" (perhatikan capslock). Emang dasar sifat betawi Lancuiii ga ilang-ilang, selama acara dia tetep aja ngeluarin kata-kata khas macem 'yaeklah..santai aja coiii.. kyut..yak yak yak..dan masih banyak lagi hahaha'. Makan, foto, dan ngecengin orang adalah suatu hal yang ga bisa dihilangkan kl ketemu nih anak. Yang paling seru, gw dapet first cake dari Lancuii lho!? hahaha thanks lan, buruan upload fotonya.
Yaa seperti itulah gambaran singkat kegiatan kemarin. Cape emang, tapi semuanya terbayar dengan kepuasan batin. Cao yak (Betawi Cuii)..
July 2, 2009
This Month..
Kabar buruknya adalah selama nonton ada kejadian di rumah, yang bisa dibilang cukup mengagetkan karena hampir merenggut nyawa. Sebenernya gw udah dapet kabar 10 menit sebelum nonton ice age 3 selesai. Tapi akhirnya gw tetep ga mau panik dan tenang, karena lewat kejadian yang sama tahun lalu udah bisa diambil pelajaran kl menghadapi situasi ky gt harus tetep tenang dan jangan panik (tapi tetep aja pas sampe depan pager rumah nangis hhe). Pada intinya sekarang orang yang terlibat langsung dalam kejadian di rumah kemaren malam harus pergi berobat kembali. Kondisi masih lemah dan seperti orang yang sakit pada umumnya. Syukur, progress 8 jam belakangan ini cenderung positif. Anak yang baik selalu mendoakan yang pasti. Yaaa semoga saja, ada usaha, ada jalan untuk menang..
Holiday season (coming soon) : Bandung, Surabaya with kompatriot Rama and Bray haha dan dadakan lainnya hha
June 5, 2009
Iseng-iseng AMBALAT
Hubungan Indonesia dan Malaysia pada akhirnya mengalami titik terendah, setelah dibukanya kembali hubungan diplomatik yang pernah terputus selama 5 tahun pada tahun 1967. Pada tahun 60-an, slogan GANYANG MALAYSIA adalah slogan yang sangat popular bagi bangsa Indonesia ketika itu. Dan slogan ini muncul kembali di seantero Indonesia, ketika Malaysia mendeklarasikan klaim sepihak terhadap Ambalat, berdasar peta yang dibuatnya sendiri pada tahun 1979.
Para politikus maupun para ahli Hukum internasional menyatakan, bahwa Malaysia terlalu ‘percaya diri’ karena telah berhasil ‘mencaplok’ pula Sipadan dan Ligitan. Padahal kasus Ambalat sangat berbeda dengan kasus Sipadan dan Ligitan. Keberadaan Malaysia secara terus menerus mengelola (defacto) Sipadan dan Ligitan serta kemampuan mereka mengamankan ekologi kedua pulau tersebut, menjadi pertimbangan Mahkamah Internasional memberikan kepemilikan kedua pulau tersebut kepada Malaysia.
Terhadap kasus Ambalat, kejadiannya sangat berbeda. Indonesia telah secara terus menerus mengklaim wilayah tersebut sejak zaman penjajah Belanda. Indonesia adalah Negara Kepulauan (archipelagic state) Deklarasi Negara Kepulauan ini telah dimulai ketika diterbitkan Deklarasi Djuanda tahun 1957, lalu diikuti Prp No. 4/1960 tentang Perairan Indonesia. Deklarasi Negara Kepulauan ini juga telah disahkan oleh The United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) tahun 1982 Bagian IV. Isi deklarasi UNCLOS 1982 antara lain ‘di antara pulau-pulau Indonesia tidak ada laut bebas, dan sebagai Negara Kepulauan, Indonesia boleh menarik garis pangkal (baselines) dari titik-titik terluar pulau-pulau terluar. Malaysia bukanlah negara kepulauan, namun sebagai negara pantai biasa yang hanya boleh memakai garis pangkal biasa (normal baselines) atau garis pangkal lurus (straight baselines) jika syarat-syarat tertentu dipenuhi. Oleh karena itu, Malaysia seharusnya tidak menyentuh Ambalat, karena Malaysia hanya bisa menarik baselines dari Negara Bagian Sabah, bukan dari pulau Sipadan dan Ligitan. Jika Malaysia berargumentasi ‘tiap pulau berhak mempunyai laut territorial, zona ekonomi eksklusif dan landas kontinennya sendiri’ , maka menurut UNCLOS pasal 121, hal itu dapat dibenarkan. Namun rezim penetapan batas landas kontinen mempunyai specific rule yang membuktikan keberadaan pulau-pulau yang relatively small, socially and economically insignificant tidak akan dianggap sebagai special circumtation dalam penentuan garis batas landas kontinen. Beberapa yurisprudensi hukum internasional telah membuktikan dipakainya doktrin itu (Melda Kamil Ariadno).
Kasus Ambalat memang merupakan ujian berat bagi Indonesia dalam hubungannya dengan Malaysia, negara serumpun yang selalu ‘berulah’. Kaya dan didukung oleh negara persemakmuran (commonwealth), membuat Malaysia terlalu percaya diri. Kasus TKI illegal, yang menurut ukuran moral Indonesia sangat memalukan, karena Malaysia dinilai sadis, ringan tangan dan tak berperikemanusiaan serta pencurian kayu (illegal logging) oleh cukong-cukong mereka, adalah contoh nyata bahwa Malaysia sebenarnya ‘bukanlah negara jiran yang baik’.
Damai atau Perang
Malaysia mempunyai segala-galanya, uang, diplomasi dan militer yang cukup tangguh. Kapanpun mereka butuh peralatan militer, mereka bisa membelinya secara cash and carry, baik melalui pasaran resmi maupun gelap (ingat: Malaysia senang dengan pemutihan illegal logging). Dari sisi diplomasi, Malaysia telah membuktikan dirinya ‘mampu merebut pulau Sipadan dan Ligitan’ dari tangan Indonesia. Dari sisi militer, Malaysia mempunyai kuantitas dan kualitas di atas rata-rata yang dipunyai Indonesia. Di samping itu, sebagai anggota negara persemakmuran (commonwealth), Malaysia kemungkinan akan mendapat bantuan militer dari para anggota negara persemakmuran, karena di antara mereka ada suatu traktat kerjasama militer, jika terjadi serangan kepada salah satu anggotanya.
Indonesia sudah berulangkali meminta Malaysia untuk merundingkan batas landas kontinen antar kedua negara, namun Malaysia tidak pernah menanggapinya secara serius. Tawaran Indonesia tersebut diajukan karena Malaysia telah membuat peta sepihak yang dibuat tahun 1979, yang jelas-jelas menyalahi hukum internasional. Bisa jadi, diamnya Malaysia adalah menunggu saat yang tepat untuk mengajukan klaim atas Ambalat, setelah pulau Sipadan dan Ligitan ‘direbut’. Sebagaimana dijelaskan dalam awal tulisan ini, UNCLOS sendiri ‘membenarkan’ klaim tersebut, walaupun masih harus dibarengi dengan beberapa persyaratan. Rasa percaya diri yang tinggi atas kemenangan klaim Sipadan dan Ligitan, membuat Malaysia mabuk kepayang, dan terkesan rakus. Perdana Menteri, Wakil Perdana Menteri maupun Menteri Luar Negeri Malaysia mempunyai andil besar dalam ragka pencaplokan Ambalat. Mereka bertiga secara bersama-sama selalu menekankan bahwa mempertahankan kedaulatan territorial Malaysia adalah sangat penting, dan kehadiran Menlu Malaysia ke Jakarta 9-10 Maret 2005 bukan untuk bernegoisasi. Ini artinya mereka tak menghendaki jalan diplomasi (baca: damai).
Sebaliknya Indonesia, dengan bukti-bukti yang sangat kuat tak akan mungkin mundur selangkah pun untuk mempertahankan Ambalat. Prof. Dimyathi Hartono, pakar hukum internasional menyatakan bahwa secara yuridis, Indonesia, kali ini lebih kuat kedudukannya, dibandingkan ketika bersengketa terhadap pulau Sipadan dan Ligitan. Prof. Hasyim Jalal menyatakan bahwa blok Ambalat dan Ambalat Timur yang diklaim Malaysia merupakan kelanjutan alamiah dari daratan Kalimantan Timur. Antara Sabah Malaysia dengan kedua blok tersebut terdapat laut dalam yang tak mungkin bisa dikatakan bahwa kedua blok itu kelanjutan alamiah Sabah. Sedangkan kelanjutan alamiah dari daratan merupakan kewenangan negara atas wilayah laut yang tercantum dalam Konvensi Hukum Laut Internasional tahun 1982. Dengan demikian, Indonesia mempunyai posisi yuridis yang sangat kuat, dan bila Malaysia tetap ngotot, maka jalan tengah yang paling baik adalah ke Mahkamah Internasional Sikap Malaysia yang terkesan arogan, baik mengenai TKI, illegal logging, maupun klaim Ambalat memicu emosi bangsa Indonesia, sehingga sejarah ganyang Malaysia yang terjadi pada tahun 1963, terulang lagi. TNI pun sudah siap untuk mempertahankan kesatuan NKRI. Bila terjadi perang, Malaysia harus berpikir panjang. Indonesia cukup kenyang mengalaminya, yaitu selama 350 tahun, walaupun menurut data, Malaysia mempunyai peralatan perang cukup canggih dengan kuantita yang sangat signifikan. Perang tidak akan dapat diselesaikan dalam waktu singkat, bisa sehari, namun juga bisa berpuluh tahun bahwa ratusan tahun. Dalam hal perang gerilya, hanya ada dua negara di dunia yang ahli dalam bidang itu, yaitu Indonesia dan Vietnam. Namun yang jelas, perang pasti akan merugikan keduanya, baik dari segi materi, psikologi, maupun moral kedua bangsa. Oleh karena itu, baik Malaysia maupun Indonesia harus mengedepankan upaya damai, dan upaya damai bukan berarti mengalah. Damai dalam arti keduanya harus mengerti benar tentang posisi masing-masing, baik dari segi yuridis (hukum internasional) maupun moral Islam.
Adapun hikmah yang dapat dipetik terhadap peristiwa berurutan berkaitan dengan sikap arogansi Malaysia adalah, bahwa bangsa Indonesia telah jatuh ‘marwahnya’ di mata internasional, khususnya di bidang ekonomi dan pertahanan nasional, di samping korupsi yang semakin merajalela. Dengan dasar itu, Malaysia dengan sangat berani menantang Indonesia, apalagi setelah memperoleh kemenangan atas Sipadan dan Ligitan. Oleh karena itu, Indonesia harus segera memprioritaskan, baik jangka pendek, menengah atau panjang memperkuat pertahanan nasional, dengan cara memperbaharui persenjataan TNI. Anggaran pertahanan yang semula sangat kecil, harus segera diperbesar, mengingat luasnya cakupan area yang harus diamankan dan dipertahankan.
Artikel ini telah dimuat di harian PELITA
